Sedikit cerita tentang Bipang Jangkar

bipang

bipang

Setiap kali orang datang ke toko kami, selalu yang terucap adalah “mau cari Jipang”; atau “Jipangnya ada? “. Rupanya jajanan dari beras ini sudah lebih dikenal dengan nama “Jipang” daripada “Bipang”. Sedikit cerita tentang asal muasal Bipang; Bipang berasal dari Tiongkok. Bi berarti beras, pang berarti wangi. Berarti beras yang wangi. Dalam bahasa Inggris makanan ringan ini lebih dikenal dengan puff rice cakes. Saya tidak tahu kenapa kata Bipang bisa berubah jadi jipang di lidah orang Indonesia. Karena Jipang sendiri dalam bahasa Jawa berarti labu siam. Bipang dibuat dari beras yang dipanaskan dengan suhu tinggi sampai mekar, kemudian dicampur dengan gula yang telah dicairkan dan vanili, kemudian dicetak dan dipotong-potong. Sehingga camilan ini akan terasa renyah, manis, dan wangi di lidah.

Alm. Bapak Kwee Pwee Bok,tinggal dan besar di Pasuruan, suatu kota pelabuhan di Jawa Timur, Indonesia. Beliau pertama kali membuat Bipang ini mulai jaman penjajahan Jepang. Jaman dulu belum ada kemasan plastik seperti jaman sekarang, sehingga bipang dibungkus dengan daun pisang. Kemudian Indonesia merdeka tahun 1945. Bipang mulai banyak dikenal masyarakat Pasuruan. Untuk membedakan dengan produk kompetitor, diperlukan 1 nama untuk membedakan. Karena pembeli bipang kebanyakan adalah para pelaut, nelayan, dipilihlah satu nama yang identik dengan dunia pelayaran. Akhirnya dipilihlah nama Jangkar. Sehingga pada tahun 1949 makanan ringan ini terdaftar dengan nama Bipang Jangkar.

merk-jangkar1Pertama kali menggunakan merk Bipang Jangkar, bipang ini dibungkus menggunakan kertas dan identik dengan rasa vanila. Seiring perkembangan jaman sekitar tahun 1980-an, bipang dikemas dengan kemasan plastik, sehingga bipang lebih tahan lama dan tidak mudah melempem, juga dibuat dengan menggunakan macam-macam rasa seperti buah-buahan. Sehingga sekarang oleh-oleh khas Pasuruan ini tersedia dalam berbagai macam rasa dan kemasan yang bisa dijangkau mulai masyarakat menengah ke bawah sampai menengah ke atas. Kami bangga karena Bipang Jangkar telah menjadi bagian dari makanan khas Pasuruan dan ikut memperkaya kuliner Indonesia.

4 comments on “Sedikit cerita tentang Bipang Jangkar

  1. saya mau nanya, paket2 yg dijelaskan di atas td harganya berapa dan apakah semua bipang (kecuali original) menggunakan susu? Satu lagi, kalo kirim ke surabaya ongkos kirimnya langsung saya transfer dgn pembayaran pesanannya atau bagaimana? Terima kasih sebelumnya.

  2. Kepada Yth
    Piimpinan Bipang Jangkar
    di Pasuruan Ja-Tim

    Dengan hormat;

    Bersama ini menjadi Mitra/ Agen Bipang Jangkar, di Banjarmasin Kalimantan selatan, mohon dapat diberkan macam-macam produksi & perincian harganya, berapa pembelian awalnya,
    Apakah sudah ada perwakilan di banjarmasin

    demikian permohonan kami saya tunggu kabar baik dari Bapak terima kasih

  3. @ shirley:
    Anda bisa melihat di Daftar Harga. Tidak semua bipang menggunakan bahan susu. Yang menggunakan susu hanya bipang DM, Kelapa, SVC, Kacang vanila, dan Kacang hijau. Pembayaran pesanan digabung dengan ongkos kirimnya. Tentunya akan kami konfirmasikan berapa ongkos kirimnya setelah tahu jumlah pesanan anda.

  4. @abdul rozak:
    Macam-macam produk kami bisa bapak lihat di Daftar harga. Tidak ada pembelian minimum, hanya saja ongkos kirim ditanggung bapak. Kami belum punya perwakilan di Banjarmasin. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s